Tabungan pernikahan pribadi
Wedding Saving Dashboard
Pencatatan tabungan pribadi untuk satu pasangan yang sedang mengumpulkan dana pernikahan mereka, menuju 30 November 2027. Bukan toko, bukan marketplace — tidak ada barang atau jasa yang dijual, dan tidak ada pelanggan.
Siapa penggunanya
Dua akun tetap, ditetapkan langsung di basis data. Tidak ada pendaftaran terbuka.
Siapa yang membayar
Kedua pemilik akun menyetor dana milik mereka sendiri ke tabungan bersama.
Yang diterima pembayar
Tidak ada barang atau jasa — hanya penambahan saldo tabungan pribadi milik sendiri.
Kanal transaksi
Hanya dashboard web, lewat QRIS. Bot Telegram tidak bisa membuat transaksi.
Tampilan produk
Satu produk, di layar mana pun
Coba sendiri
Demo dengan akun contoh
Demo publik berjalan di deployment terpisah dengan basis data sendiri — sama sekali terpisah dari akun dan saldo asli kedua pemilik. Nama dan angka yang tampil di sana adalah data contoh, bukan milik pemilik sebenarnya.
- Tidak perlu username atau kata sandi — halaman demo punya jalan masuk satu tekan miliknya sendiri.
- Basis datanya terpisah total dari basis data produksi.
- Tidak ada yang bisa diubah: setiap permintaan tulis (setoran, ubah data, dan sejenisnya) ditolak sistem.
Peran bot Telegram
Bot Telegram hanya mengirim notifikasi, pengingat, serta menampilkan saldo dan riwayat. Bot tidak dapat membuat transaksi, tidak menerbitkan kode QRIS, dan tidak memproses pembayaran dalam bentuk apa pun. Tombol “Nabung” di dalam bot hanya mengarahkan pengguna ke dashboard web — seluruh transaksi lahir dari sana, tanpa kecuali.
Apa ini, dan untuk siapa
Wedding Saving Dashboard adalah aplikasi pencatatan tabungan pribadi untuk satu pasangan yang sedang mengumpulkan dana pernikahan mereka. Kedua pemilik akun menyetor dana milik mereka sendiri melalui QRIS di dashboard web, dan setiap setoran tercatat otomatis ke target tabungan bersama beserta pembagian pos anggarannya.
Aplikasi ini tidak memiliki pelanggan, tidak menjual produk atau jasa apa pun, dan tidak menerima dana dari pihak di luar kedua pemilik akun. Jumlah akunnya tetap dua, ditetapkan langsung di basis data — tidak ada halaman pendaftaran, dan tidak ada cara bagi pihak lain untuk membuat akun baru.
Bagaimana satu setoran bekerja
-
1
Masuk ke dashboard
Pemilik akun membuka
admin.weddingsaving.my.iddan masuk dengan username tetap serta kode OTP 4 digit yang dikirim ke Telegram miliknya sendiri. -
2
Pilih pos dan nominal
Memilih pos anggaran, lalu mengisi nominal setoran — minimum Rp10.000, maksimum Rp50.000.000.
-
3
Kode QRIS diterbitkan
Dashboard meminta kode QRIS ke Pakasir, penyedia pembayaran. Kode tersebut ditampilkan langsung di dalam halaman web.
-
4
Dibayar dari bank atau e-wallet sendiri
Pengguna memindai kode itu dan membayar dari aplikasi bank atau e-wallet miliknya sendiri.
-
5
Notifikasi pembayaran diverifikasi ulang
Saat notifikasi pembayaran masuk, sistem memverifikasi ulang langsung ke API resmi Pakasir sebelum saldo bertambah. Isi notifikasi itu sendiri tidak pernah dipercaya begitu saja.
-
6
Kedua pemilik diberi tahu
Notifikasi setoran terkirim otomatis ke Telegram kedua pemilik akun, lengkap dengan siapa yang menyetor dan ke pos anggaran mana.
Yang bisa, dan yang tidak bisa dilakukan bot Telegram
Bisa
- Mengirim notifikasi saat setoran lunas
- Mengirim pengingat menabung dan ringkasan bulanan
- Menampilkan saldo dan riwayat setoran
- Mengarahkan pengguna ke dashboard lewat tombol “Nabung”
Tidak bisa
- Membuat transaksi
- Menerbitkan kode QRIS
- Memproses pembayaran dalam bentuk apa pun
Kendali utama
Pemisahan kewenangan
Ini kontrol terpenting dalam proyek ini, dan sengaja dirancang begitu.
Akun Pakasir
Membuat transaksi dan melihat saldo di penyedia pembayaran. Dipegang oleh salah satu pasangan.
Rekening bank pencairan
Tujuan akhir setiap pencairan dana. Dipegang oleh pasangan yang lain.
Tidak ada satu pihak pun yang bisa membuat transaksi sekaligus mencairkan dananya sendirian. Pihak yang menguasai akun Pakasir tidak punya akses ke rekening pencairan, dan pihak yang menguasai rekening tidak bisa menerbitkan atau mengubah transaksi. Setiap setoran tercatat dengan nama penyetornya, dan notifikasinya terkirim otomatis ke Telegram kedua pemilik — tidak ada setoran yang bisa terjadi tanpa diketahui pihak lain.
Angka
- Minimum setoran
- Rp10.000
- Maksimum setoran
- Rp50.000.000
- Nilai transaksi wajar
- Rp250.000 – Rp5.000.000
- Frekuensi
- 2–5 setoran per bulan
- Estimasi per bulan
- di bawah Rp15.000.000
- Metode pembayaran
- QRIS saja
- Jumlah akun
- 2, ditetapkan di basis data
- Target selesai
- 30 November 2027
Pertanyaan yang mungkin muncul
Kenapa perlu payment gateway kalau menyetor ke tabungan sendiri?
Supaya pencatatannya otomatis dan tidak bisa diubah sepihak oleh salah satu pihak. Transfer bank biasa harus dicatat manual — gampang salah, lupa, atau diubah sepihak. Dengan QRIS dan notifikasi yang diverifikasi ulang, setiap setoran tercatat atas nama penyetornya dan langsung diberitahukan ke kedua pemilik.
Apakah dana diteruskan ke pihak lain?
Tidak. Dana mengendap di akun Pakasir dan hanya dicairkan ke rekening bank atas nama pemilik akun. Lihat bagian pemisahan kewenangan di atas.
Apakah aplikasi ini akan dibuka untuk umum?
Tidak. Jumlah akunnya dua dan ditetapkan langsung di basis data. Kode sumbernya publik di GitHub sebagai portofolio, tetapi aplikasinya bukan layanan terbuka dan tidak menerima pendaftaran.
Apa yang diterima pembayar?
Tidak ada barang atau jasa. Dana yang masuk tercatat sebagai penambahan saldo tabungan pribadi milik penyetor sendiri.
Tidak ada yang dijual, tidak ada yang diteruskan
Tidak ada barang atau jasa yang dijual di sini, sehingga tidak ada transaksi pelanggan yang perlu direfund. Dana yang masuk mengendap di akun Pakasir dan hanya dicairkan ke rekening bank atas nama pemilik akun — tidak pernah diteruskan ke pihak ketiga mana pun.
Tertarik dibuatkan sistem serupa?
Aplikasi ini saya bangun sendiri, dari alur setoran QRIS sampai verifikasi pembayarannya. Kalau Anda butuh sistem pencatatan serupa, hubungi saya lewat halaman kontak.
Hubungi saya